Propietary software
Salah satu kendala dalam pengembangan perangkat lunak(software) komputer adalah legalitas. Karena memang adalah kewajiban kita untuk selalu menghargai hasil karya cipta orang lain. Apalagi sebagai bagian dari komunitas pengembang software. Rasanya sedih sekali apabila hasil karya yang sudah kita buat dengan segala daya updaya, hanya dalam hitungan detik sudah digunakan oleh orang lain tanpa seijin kita pula.
Namun demikian, agak sulit juga bagi bagi pengembang atau perusahaan untuk menginvestasikan sebagian dari modalnya untuk pembelian software berlisensi atau yang dikenal dengan propietary software. Karena pembelian propietary software menimbulkan konsekuensi berantai, mulai dari sistem operasi, pengolahan data, pengolah kata dan sebagainya kemuadian dikalikan dengan jumlah karyawan yang ada, bisa jadi 50% dari modal dibelikan untuk software. Memang... Pembelian software ini amat sangat membantu dalam mempermudah pekerjaan, namun jika ada yang lebih ekonomis kenapa tidak...
Berbicara sistem komputerisasi adalah serangkaian software yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dimana software ini biasanya dirancang khusus sesuai dengan bentuk perusahaan, misalnya sistem penjualan, sistem inventory, sistem manufaktur yang dirangkai menjadi suatu sistem terintegrasi yang biasanya dikenal dengan Enterprise Resource Planning(ERP).
Dengan menggunakan ERP, kinerja perusahaan akan lebih produktif lagi,... namun kembali jika menggunakan propietary software tentu biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Bahkan pengembar software(software house) lokal kebanyakan menggunakan basis propietary software dan masalahnya dalam perhitungan pembelian software biasanya hanya mencantumkan harga dari produk yang dijual, belum termasuk investasi yang harus dikeluarkan untuk pembelian sistem operasi(client & server) dan lisensi biaya koneksi yang juga tidak sedikit.
Disisi software house pun bukannya tanpa masalah, kendala terbesarnya adalah dalam pengembangan software di Indonesia atau negara berkembang lainnya, ada kecenderungan terlalu banyak kebijakan dan boleh jadi menjadi never ending story, karena masalah yang muncul berkelanjutan. Akan menyenangkan bagi software house jika nominalnya berkembang terus, hanya saja masalahnya nominalnya tetap, tapi sistemnya berkembang keluar dari ruang lingkup yang disetujui bersama, hal ini menambah tingkat kompleksitas dalam pengembangan sistem tersebut. Belum lagi Sumber Daya Manusia(SDM) yang kebanyakan fresh graduate yang memang sejak di lembaga pendidikan lebih banyak menggukan propietary software, bahkan boleh dibilang tidak ada yang menggunakan sistem terbuka (open source).
SHAREWARE
Shareware adalah salah satu metode pemasaran perangkat lunak komersial dimana perangkat lunak didistribusikan secara gratis. Kebanyakan perangkat lunak shareware didistribusikan melalui internet dan dapat diunduh secara gratis atau melalui majalah-majalah komputer.
Shareware dikenal juga sebagai Free Software, Liberated Software (software libre), atau FRS (free redistributably software). Kata “Free” disini bukan berarti bebas tanpa aturan untuk menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan, namun semua itu ada aturan dan syaratnya yang harus dipatuhi oleh pengembang dan penggunanya. Persyaratan tersebut tertuang dalam lisensi yang digunakan oleh Free Software. Jadi, bukan berarti Free Software tidak berlisensi. Kata “Free” disini juga bukan berarti gratis ataupun juga tidak boleh untuk dikomersilkan. Sering kali hal ini sering disalahartikan. Free Software bisa dikomersilkan misalnya dalam bentuk layanan penjualan medianya seperti CD.
OPEN SOURCE SOFTWARE
Menurut David Wheeler, secara umum program yang dinamakan free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya. (Sumber: http://www.dwheeler.com/off_fs_why.html). Free/Open Source Software (FOSS) atau perangkat lunak bebas dan open source (PLBOS) telah menjadi sebuah fenomena internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, FOSS mengalami perubahan besar dari sebuah kata yang relatif tidak dikenal menjadi sebuah kata popular terbaru. Namun, istilah FOSS tetap belum mudah dipahami mengingat FOSS merupakan konsep baru, misalnya apa saja pengertian FOSS dan apa saja cabang atau jenis-jenisnya. Bab-bab selanjutnya berikut ini memberikan penjelasan yang baik tentang fenomena FOSS, filosofinya, perbedaannya dengan program yang bukan FOSS, dan metoda pengembangannya.
Pengembangan open source software melibatkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Maka bermunculanlah berbagai macam software yang dibuat berbasis open source ini yang dipublikasikan melalui internet. Pola open source ini telah melahirkan developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia.
Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.
Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.
Tentang OpenOffice.org
OpenOffice.org adalah sebuah paket aplikasi perkantoran berkode sumber terbuka (open source) yang dapat diperoleh secara gratis. Paket tersebut termasuk komponen-komponen pengolah kata, lembar kerja, presentasi, ilustrasi vektor, dan gudang data. OpenOffice.org ditujukan sebagai saingan bagi Microsoft Office dan dapat dijalankan di atas berbagai platform, di antaranya Windows, Solaris, Linux, dan Mac OS X. OpenOffice mendukung standar dokumen terbuka untuk pertukaran data, dan dapat digunakan tanpa biaya.
OpenOffice merupakan aplikasi gratis. Seperti aplikasi lain yang telah Anda kenal, OpenOffice juga menyediakan paket aplikasi perkantoran yang lengkap. Flesibilitas dan kompatibilitas OpenOffice merupakan daya tarik tersendiri bagi Anda yang ingin bermigrasi ke Open Source namun ingin mempertahankan data-data lama Anda.
Fasilitas & Kemampuan OpenOffice :
Dapat diinstalasikan di Windows dan Linux, tersedia juga untuk OS Solaris dan Mac OS X, gratis dan legal.
Memiliki tampilan, fungsi, susunan menu, dan cara kerja yang familiar, sehingga Anda tidak akan bingung saat pertama kali bekerja dengan OpenOffice.
Dapat mengolah dan menghasilkan output file yang lengkap dan kompatibel dengan beberapa aplikasi Office lainnya. OpenOffice bahkan dapat menyimpan data dalam format PDF, sehingga Anda tidak akan memerlukan aplikasi tambahan untuk membuat PDF.
Paket aplikasi OpenOffice.org terdiri dari
OpenOffice.org Writer, aplikasi pengolah kata, merupakan padanan dari Microsoft Word.
OpenOffice.org Calc, aplikasi lembar kerja (spreadsheet), padanan dari Microsoft Excel.
OpenOffice.org Impress, aplikasi presentasi, padanan dari Microsoft PowerPoint.
OpenOffice.org Base, aplikasi basis data, padanan dari Microsoft Access.
OpenOffice.org Draw, aplikasi editor grafis dan percetakan.
Membuat Spreadsheet
Langkah 1
Untuk menjalankan Open Office Calc, dapat dilakukan dengan cara berikut :
Melalui Menu Aplications-Office-Spreadsheet
Pilih menu bar File-New-Spreadsheet
Tekan tombol New dan pilih Spreadsheet

Gambar 1.
Langkah 2
Masukkan data yang kita inginkan, misalnya saja kita ingin mengukur Kadar air dalam beberapa bahan pangan
Gambar 2.
Langkah 3
Masukkan Rumus IP dan IPK
Untuk IP rumusnya adalah jumlah nilai : jumlah SKS ( =sum(E8/D8))
Untuk IPK rumusnya adalah jumlah nilai total IP : jumlah IP
Gambar 3.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar